24 September 2007

Upacara Panca Wali Krama --- Membludak, ''Pemedek'' di Pura Penataran Ped

Semarapura (Bali Post) -
Pura
Penataran Ped Nusa Penida benar-benar menjadi lautan manusia sejak sebulan lalu. Setiap hari, ribuan pemedek dan pengayah tangkil ke pura yang terkenal keramat itu, berkaitan dengan pelaksanaan Karya Agung Panca Wali Krama, Pedana-danaan, Mamungkah, Prayascita Bumi, Pengenteg Linggih, Pengusaban Bhatara Turun Kabeh. Upacara agung yang pertama kali digelar serangkaian telah selesainya pemugaram sejumlah pelinggih di pura yang berada di Pakraman Ped tersebut, juga berkat pewisik yang diterima Ida Pedanda Kekeran di pura itu.

Sebagaimana Minggu (23/9) kemarin, ribuan pemedek asal Nusa Penida maupun masyarakat di Bali daratan tangkil melakukan persembahyangan. Juga hadir Bupati Klungkung Wayan Candra, Ketua DPRD berserta anggota dan unsur Muspida dan pejabat. Prosesi karya dimulai pukul 10.00 wita. Di-puput 15 sulinggih, 11 sulinggih muput tawur panca wali krama di bencingah agung, 2 sulinggih muput tawur Pedanan dan 2 sulinggih di jeroan (utama mandala).

Difungsikannya 11 sulinggih pada Tawur Panca Wali Krama diambil dari konsep pengider-ider bhuana (sembilan mata arah angin) ditambah urdah-ardah (atas-bawah) sebagai konsep keseimbangan. Upacara berlangsung khidmat dilengkapi berbagai tarian sakral seperti Tari Baris Gede di depan Pura Pelinggihan Ratu Gede, Tari Baris Pati di depan bencingah agung, Jangkang dan lainnya. Tak ketinggalan juga dipertontonkan Topeng Sidakarya.

Ketua 1 Baga Prahyangan Made Septarawan mengatakan karya Panca Wali Krama bermakna menciptakan kembali keseimbangan jagat raya (alam semesta). Melakukan pemujaan-pemujaan guna memohon pancaran sinar suci dari segala penjuru demi kesejahteraan/kemakmuran umat. Dilanjutkan Pedana-danaan sebagai simbol pemberkahan Ida Sang Hyang Widi Wasa kepada umatnya yang senantiasa memuja dan tulus ikhlas menghaturkan sembah kepada-Nya. Terakhir pewintenan.

Puncak karya berlangsung Rabu (26/9) mendatang, rencananya dihadiri Menbudpar Jero wacik. Nyejer selama tiga hari hingga Sabtu (29/9) mendatang. Tetapi, proses upacara akan tetap berlangsung hingga 28 Oktober 2007.

sumber:
http://www.balipost.com/balipostcetak/2007/9/24/b15.htm

Tidak ada komentar: