Denpasar (Bali Post) -
Kalangan DPRD Bali menyesalkan listrik sampai padam dua jam di Bandara Internasional Ngurah Rai. ''Terus terang kasus seperti ini membuat kami prihatin, sebab bandara internasional disinggahi warga seluruh dunia,'' kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Bali Komang Budiarta, S.E., Minggu (23/9) kemarin.
Komang Budiarta mengatakan kasus listrik padam di Bandara Ngurah Rai bukan semata-mata menjadi tanggung jawab PLN tetapi manajemen PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai. Agar kasus semacam ini tak terulang lagi di masa mendatang, dia menyarankan pihak PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai memikirkan alternatif listrik lain untuk menjaga kemungkinan yang tak diinginkan. ''Ini sangat mempengaruhi citra Bandara Ngurah Rai sebagai bandara internasional. Kasus delay di bandara internasional mungkin sudah biasa terjadi. Namun listrik mati di bandara, ini kejadian luar biasa,'' katanya.
Dia mempertanyakan bagaimana pesawat yang hendak mendarat, tiba-tiba listrik di bandara padam. ''Ini kan bisa mengancam keselamatan penumpang,'' katanya. Demi menjaga citra pariwisata Bali yang makin pulih, dia berharap kasus listrik padam di Bandara Ngurah Rai hendaknya ditelusuri penyebabnya. Kemudian perlu dipikirkan listrik cadangan yang andal di luar sistem kelistrikan yang ada saat ini. ''Kami harapkan agar selalu ada cadangan yang andal sebab listrik mati sangat sulit diduga,'' katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bali IGK Adiputera, S.H. dihubungi di tempat terpisah menyatakan kasus listrik padam di Bandara Ngurah Rai perlu diambil hikmahnya agar tak terulang lagi ke depan. Ia berjanji akan mengkoordinasikan persoalan ini ke Dirut PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai, Senin (24/9) ini. Dia juga sependapat ke depan perlu dipikirkan alternatif listrik cadangan demi kelancaran, keamanan dan keselamatan penumpang.
Listrik padam dua jam di Bandara Ngurah Rai terjadi Sabtu (22/9) sejak pukul 06.16 wita s.d. 08.00 wita. Akibatnya penumpang yang berjejal menunggu pemberangkatan pesawat kepanasan di ruang tunggu sebagaimana disampaikan Aloysius Jono Purwadi, calon penumpang Mandala.
Humas PT Angkasa Pura I Bandara Ngurah Rai Akhmad Munir menyatakan padamnya listrik dua jam di Bandara Ngurah Rai disebabkan adanya proses pergantian trafo. Pihaknya sudah memfungsikan genset dengan daya listrik sesuai kebutuhan. Namun anehnya, lampu penerangan dan alat pendingin tetap tak berfungsi sehingga calon penumpang yang kegerahan sulit bernapas. Satu-satunya cara, mereka memilih keluar ruangan. Bahkan Anggia Lubis, S.H., seorang pengacara, menumpahkan kejengkelannya atas kejadian yang tak mengenakkan ini. ''Bandara internasional kok begini. Lampu darurat saja tak ada. Saya sampai susah bernapas,'' katanya.sumber:
http://www.balipost.com/balipostcetak/2007/9/24/b8.htm

Tidak ada komentar:
Posting Komentar