Sungai bukanlah tempat untuk membuang sampah, namun merupakan saluran air dari hulu ke hilir. Optimalisasi fungsi sungai dalam mengalirkan air perlu dijaga sehingga kawasan di daerah aliran sungai (DAS) dan sekitarnya terhindar dari banjir. Imbauan itu ditegaskan Wali Kota Denpasar Drs. A.A. Puspayoga saat memimpin pelaksanaan gotong royong di kawasan Tukad Pendem, Minggu (23/9) kemarin.
KEGIATAN gotong royong kemarin melibatkan warga setempat bersama aparat TNI dan jajaran Pemkot Denpasar. Hadir dalam kegiatan itu di antaranya Komandan Kodim 1611 Badung Letnan Kav. Ghoib Pujiantoro, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Wayan Wiranata, S.H., Sekkot Denpasar Drs. Nyoman Aryana, M.Si. dan sejumlah pejabat teras di jajaran Pemkot Denpasar. Selain merupakan kegiatan rutin serangkaian peringatan HUT ke-62 TNI, aksi bersih-bersih ini juga dalam rangka menyongsong penilaian Adipura. Pelaksanaan gotong royong menyasar Banjar Dangin Tangluk, Banjar Kebon Kori Lukluk dan Banjar Kebon Kori dan dipusatkan di saluran irigasi Tukad Pendem.
Puspayoga menambahkan, sampah dibuang ke sungai karena kebiasaan masyarakat yang menganggap kawasan ini sebagai teba atau bagian belakang rumah. Ditegaskan, paradigma itu harus dikikis dan segenap komponen masyarakat wajib bertanggung jawab terhadap kebersihan sungai. "Jika sungai bersih dan lancar, masyarakat sendiri yang akan merasakan manfaatnya. Sebaliknya, kalau alur sungai terhambat sampah dan memicu terjadinya bencana banjir tentu warga yang merasakan dampaknya," ujar penggemar anggrek itu.
Pejabat murah senyum ini menambahkan, upaya maksimal yang dilakukan pemerintah dalam memelihara alur-alur sungai tidak akan berhasil tanpa peran serta dan dukungan masyarakat. Apabila kebiasaan masyarakat menjadikan sungai sebagai keranjang sampah itu terus berlanjut, segala upaya pemerintah itu akan sia-sia. "Kebiasaan buruk itu harus secepatnya dihentikan. Jangan pernah lagi membuang sampah ke sungai dan tetaplah menjaga kebersihannya," pintanya.
Camat Denpasar Timur Drs. I Ketut Dunia mengatakan, pemeliharaan alur sungai merupakan salah satu kriteria utama dalam penilaian Adipura. "Menghadapi penilaian Adipura itu, Pemkot Denpasar bersama segenap komponen masyarakat wajib bekerja keras untuk mempertahankan trofi yang sudah diraih pada tahun 2007 untuk ketiga kalinya ini. Pemerintah sudah berupaya maksimal, namun dukungan dan partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan selanjutnya," tegasnya.
Sementara itu, Kadis PU Kota Denpasar Ir. Ketut Winarta menambahkan pihaknya senantiasa memantau alur-alur sungai yang ada di wilayah Denpasar. Dikatakan, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah dan rutin melakukan gotong royong sangat menunjang keberhasilan pencapaian trofi Adipura tersebut. "Aliran Tukad Pendem bersumber dari Dam Oongan dan mengaliri Subak Puaji dan Dlod Sema. Jika aliran sungai tersumbat sampah, berarti kelancaran distribusi air untuk krama subak juga terhambat," katanya.sumber:
http://www.balipost.com/balipostcetak/2007/9/24/b12.htm
